SENANG BELAJAR PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN SEKSUALITAS YANG KOMPREHENSIF MELALUI BUKU SETARA

Penulis : SRI MULYANI (Pemenang Lomba Artikel YFF 2021)

Pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual yang komprehensif adalah proses pengajaran dan  pembelajaran berbasis kurikulum yang menyasar pada aspek kognitif, emosional, fisik dan sosial  dari seksualitas. UNESCO (2007) menyebutkan bahwa materi dan teknik penyampaian yang  disusun dalam modul pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas yang komprehensif  haruslah bertujuan untuk membekali anak-anak dan remaja dengan pengetahuan, sikap dan nilai nilai serta keterampilan, yang akan memberdayakan mereka untuk : 

  1. Mewujudkan kesehatan, kesejahteraan, dan martabat mereka. 
  2. Mengembangkan hubungan sosial dan seksual yang penuh penghormatan. 
  3. Mempertimbangkan bagaimana pilihan mereka mempengaruhi kesejahteraan mereka dan   orang lain. 
  4. Memahami dan memastikan perlindungan atas hak mereka sepanjang hidup mereka. 

Tujuan-tujuan tersebut adalah dasar pengembangan SETARA, yaitu buku panduan guru untuk  mengajarkan pendidikan kesehatan reproduksi remaja tingkat SMP/sederajat. SETARA  mengintegrasikan : 

  1. Pendekatan keterampilan hidup. 
  2. Pendekatan positif atau biasa disebut pendekatan berbasis hak. 
  3. Pendekatan tranformatif gender. 

Dengan demikian diharapkan remaja memiliki bekal yang lengkap untuk siap menghadapi  berbagai konteks dan tantangan dalam kehidupan mereka. (Pohan, Mawar, & Moestadjab,  Saskia R., 2018).

Mengapa penting membekali remaja dengan pendidikan kesehatan reproduksi yang  komprehensif, jawabannya tentu saja karena masa remaja adalah masa peralihan yang krusial  dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Pada masa remaja ini banyak perubahan yang  terjadi, terutama yang berkaitan dengan perubahan tubuh (biologis), psikologis dan sosialnya.  Ini adalah sebuah proses berkembangnya kematangan mental, emosional dan fisik seorang  manusia. 

Berdasarkan umur, WHO menetapkan bahwa yang termasuk dalam rentang usia remaja adalah  10-19 tahun, sedangkan Sarwono (2011) menyatakan bahwa remaja adalah suatu masa dimana  individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya  sampai saat ia mencapai kematangan seksual. Menurut Wikipedia, remaja adalah manusia  berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak  dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak  menuju dewasa.  

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa remaja merupakan masa  perkembangan serta peralihan antara masa anak-anak ke masa dewasa yang mencakup  perkembangan fisik, intelektual, emosi dan sosial yaitu rentang usia yang menandakan adanya  perubahan tubuh yang disebabkan oleh terjadinya perubahan hormon atau yang lebih sering  disebut masa pubertas. Masa ini berlanjut hingga pada kisaran usia dimana seorang individu  berkembang menuju kedewasaan yang ditandai dengan kemampuan dalam menjalankan  tanggung jawab yang lebih besar. Masa remaja sering pula disamakan dengan masa eksplorasi,  dimana remaja mulai mencoba berbagai hal yang sebelumnya belum dapat mereka lakukan.

Hal ini didukung oleh kemampuan kognitif dan sosialnya yang terus berkembang. Untuk  mendukung perkembangan tersebut, remaja membutuhkan pengetahuan dan keterampilan baru  yang akan mendukungnya untuk tumbuh lebih optimal. 

Salah satu persoalan yang selalu berkaitan dengan remaja adalah persoalan kesehatan reproduksi  dan seksual. Kesehatan reproduksi dan seksual remaja tidak hanya tentang perubahan tubuh,  perilaku seksual, ataupun layanan kesehatan namun juga mencakup pengembangan kematangan  emosional, keterampilan sosial dan membina hubungan dengan orang lain serta citra diri yang  positif. Untuk membantu remaja tumbuh dan berkembang menjadi sehat dan bahagia secara  optimal maka sumber informasi dan pengetahuan yang terpercaya harus disediakan untuk  mereka. Informasi dan pengetahuan ini haruslah lengkap, disampaikan secara  berkesinambungan, dan ditujukan untuk mendukung remaja dalam mengembangkan aspek  keterampilan hidup dan sikap positif pada dirinya. Untuk itulah buku SETARA yaitu buku  panduan dalam mengajarkan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas yang  komprehensif bagi remaja hadir dalam program implementasi materi kespro di sekolah. 

SMPN 22 Bandar Lampung adalah salah satu sekolah yang melaksanakan kegiatan implementasi  pembelajaran kesehatan reproduksi dan seksualitas yang komprehensif. Implementasi  pembelajaran kespro sudah dimulai sejak tahun 2013. Materi kespro yang diberikan adalah  materi yang ada di dalam buku SETARA yang difasilitasi oleh RutgersWPF Indonesia dan PKBI  Lampung. 

Hasil yang diharapkan dapat berkembang pada peserta didik setelah mengikuti program ini  secara penuh adalah kemampuan-kemampuan seperti: 

  1. Komunikasi, yaitu kemampuan untuk menyampaikan ide, pendapat dan perasaan melalui   berbicara, tulisan, mendengarkan, ekspresi wajah, bahasa tubuh dan lain sebagainya.   Kemampuan ini bisa digunakan dalam menyelesaikan konflik, mengerti dan mengelola   emosi, membuat kesepakatan serta membangun dan menjaga hubungan dengan orang lain.
  2. Memahami identitas dirinya dan memiliki kepercayaan diri. Remaja menyadari potensi yang   dimiliki, termasuk kelebihan dan kekurangannya. Hal ini akan mendorong rasa kepercayaan   diri bahwa ia mampu membuat keputusan-keputusan yang baik. 
  3. Memiliki motivasi, kepemimpinan dan kemandirian. Merupakan hal yang sangat penting bagi remaja untuk menyadari bahwa mereka bisa mempengaruhi dan menentukan hal-hal   yang terjadi pada diri mereka. Hal ini dapat memotivasi mereka untuk membuat pilihan-pilihan positif dan membuat perubahan. Kemampuan ini akan berkembang pada aspek   lainnya seperti pengambilan keputusan, berpikir kritis, manajemen diri, dan bekerjasama.
  4. Mengelola konflik, bernegosiasi dan menyelesaikan masalah. Kemampuan ini akan dapat   membantu remaja dalam beradaptasi secara sosial dan menyelesaikan masalah yang mungkin   dapat terjadi di keluarga, dengan teman sebaya maupun di lingkungan masyarakat.
  5. Mengenali emosi, mengekspresikan dan mengelola emosi serta manajemen stress. Hal ini   akan membantu remaja beradaptasi dengan dirinya dan lingkungannya. Pengelolaan emosi   dan stress yang baik akan mendukung remaja memilih perilaku sehat dan terhindar dari   perilaku berisiko.
  1. Memahami perbedaan, saling menghargai, dan bekerjasama dengan orang lain. Kemampuan   ini akan mendukung remaja untuk lebih mengasah keterampilan interpersonalnya.
  2. Memiliki kreatifitas dan inovasi. Remaja didorong untuk mengeluarkan ide-ide dan   melakukan cara-cara baru dalam menyampaikan ide dan menyelesaikan masalah.
  3. Berorientasi dan merencanakan masa depan. Remaja mampu menyusun rencana,   mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat serta mengelola daya yang dimilikinya.   (Pohan, Mawar, & Moestadjab, Saskia R., 2018). 

Dengan materi yang lengkap dalam melingkupi berbagai aspek dalam kehidupan remaja, maka  buku ini secara khusus dan program SETARA secara umum diharapkan dapat membantu  memberdayakan remaja dalam menyiapkan dirinya untuk menjadi remaja yang sehat dan  bahagia. Pada akhirnya diharapkan remaja menjadi semakin siap dan mampu membuat  keputusan-keputusan yang produktif dan aman bagi diri dan lingkungannya.  


DAFTAR PUSTAKA

Pohan, Mawar, & Moestadjab, Saskia R. 2018. SETARA Buku Panduan Guru untuk   Mengajarkan Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Tingkat SMP/Sederajat Kelas 7 RutgersWPF Indonesia. 

Leave A Reply